The Role of Islamic Banking in Promoting Financial Inclusion
DOI:
https://doi.org/10.61166/ld.v2i1.37Keywords:
Inklusi keuangan, Perbankan syariah, Pembiayaan mikro, Tabungan tanpa riba, Edukasi keuangan syariahAbstract
This study aims to analyze the role of Islamic banking in encouraging financial inclusion in Indonesia. Financial inclusion is the main focus of economic development programs, with the aim of providing broader and more equitable financial access for all levels of society. This study is motivated by the still limited level of financial inclusion in Indonesia, especially for people who have not been served by formal financial institutions. The purpose of this study is to identify the contribution of Islamic banks in expanding financial access and to understand the obstacles and opportunities faced. This study uses a qualitative approach with secondary data analysis, including Islamic bank financial reports, data from the Financial Services Authority (OJK), and related literature reviews. This study also uses a qualitative approach to gather in depth insights on this topic. Qualitative data were analyzed using Strauss and Corbin’s grounded theory, which involved three main steps: open coding, axial coding, and selective coding. The main findings indicate that Islamic banks have a strategic role in increasing financial inclusion through inclusive Sharia-based products, such as microfinance, interest-free savings, and technology-based digital services. The implication is that improving Islamic financial education and developing digital technology are needed to expand the reach of services. In conclusion, Islamic banks play an important role in supporting financial inclusion by providing financial access to underserved communities. Better collaboration, regulatory support, and development of Sharia-compliant financial products can expand financial inclusion.
References
Ardiyansyah, M., & A. M. (2023). Peran Perbankan Syariah Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif Indonesia. Karimah Tauhid, 2(4), 1–14.
Astor, M. (2022). 25-Year-Old Florida Democrat Secures Generation Z’s First House Seat. New York Times.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2018–2023. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik Konsumsi dan Produksi Pangan Nasional 2020– 2024. Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2025: Sektor Pertanian Sebagai Penopang Utama. Jakarta: BPS.
Bukht, R. &. (2018). Defining, conceptualising and measuring the digital economy. Internasional Organisations Research Journal, 13(2).
Casanova, J. (1994). Public Religions in the Modern World. Chicago: University of Chicago Press.
Citradi, T. (2019). Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan Nasional. Jakarta: Kompas Riset Media.
Crenshaw, K. (1991). Mapping the Margins: Intersectionality, Identity Politics, and Violence against Women of Color. Stanford Law Review, 43(6), 1241–1299.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.
Dalton, R. J. (2017). The Participation Gap: Social Status and Political Inequality. Oxford University Press.
Erlando, et al. (2020). Pengembangan Perbankan Syariah Dalam Mendukung Inklusi Keuangan. Jurnal Ekonomi Islam.
Fitriyani, P., Fasa, M. I., & Susanto, I. (2024). Peran Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(5).
Food and Agriculture Organization (FAO). (2024). The State of Food Security and Nutrition in the World 2024. Rome: FAO.
Habermas, J. (1996). Between Facts and Norms: Contributions to a Discourse Theory of Law and Democracy. Cambridge: Polity Press.
Habermas, J. (2008). Notes on Post-Secular Society. New Perspectives Quarterly, 25(4), 17–29.
Hasan, Iqbal. (2008). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasanudin, A. (2019). RANCANG BANGUN PENGUATAN UMKM BERBASIS KULINER KHAS DAERAH MENUJU CIREBON HALAL TOURISM. El-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam, 8 (1).
Hidayat, A. (2014). Sektor Pertanian dan Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia. Jakarta: Media Ekonomi.
Hidayatullah, I., Irwan, M., & Herwanti, T. (2022). Peran Bank Syariah dalam Mengimplementasikan Inklusi Keuangan Syariah di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur NTB. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 7(1), 112–124.
Ibrahim, A. A. (2021). Pengantar Ekonomi Islam.
Karim, A. A. (2018). Ekonomi Mikro Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan). (2023). Laporan Tahunan Kinerja Sektor Pertanian Indonesia. Jakarta: Kementan.
Lailiyah, M., Sari, H. M., & Wulandari, D. A. (2024). Peran Bank Umum Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia. Gudang Jurnal Manajemen dan Ilmu, 2(12), 93-98.
Layanan Digital Bank Syariah Sebagai Faktor Pendorong Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Nasir Tajul Aripin, Nur Fatwa, Mulawarman Hannase (UI, 2022).
Mardani,D.A.(2021). Perbankan Syariah dalam mengimplemikormentasikan Keuangan Inklusif di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah, 9(2), 45–58.
Ningsih, N. (2015). Peran Perbankan Syariah Dalam Mengimplementasikan Keuangan Inklusif di Indonesia. Etikonomi, 14(2), 221-240.
Peran Literasi Keuangan dan Fintech Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan pada Pelaku UMKM, Indra Prawana (Jurnal Ekonomi & Keuangan Syariah, 2022), Kombinasi literasi dan fintech syariah terbukti meningkatkan akses formal UMKM
Prastowo, A. (2019). Peran Inklusi Keuangan Perbankan Syariah Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia.
Rezi, R. (2020). Peran Bank Umum Syariah Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia. Gudang Jurnal Manajemen Indonesia, 5(1), 23–37.
World Bank. (2023). Sustainable Agriculture and Food Systems. Washington D.C.: World Bank Group.
Zakiyatul Miskiyah, A. Z. (2022). Kebijakan Fiskal dalam Perspektif Ekonomi Makro Islam. Istithmar: Jurnal Studi Ekonomi Syariah, 6 (1)




