The Resistance of Indramayu Kyai Against the Japanese Occupation in 1944: A Historical-Sociological Study of the Kaplongan Peasant Resistance
DOI:
https://doi.org/10.61166/ld.v2i2.40Keywords:
Kyai, Indramayu, Jepang, Kaplongan, Perlawanan Petani, Gerakan Sosial.Abstract
This study aims to analyze the resistance of the Kaplongan community in Indramayu against the Japanese occupation government in 1944, with particular emphasis on the role of kyai (Islamic religious leaders) as socio-religious leaders. The resistance was not solely triggered by economic factors, particularly the compulsory rice procurement policy imposed by the Japanese authorities, but was also influenced by socio-political and religious factors. This research employs a historical method with a historical-sociological approach through literature review and analysis of various historical sources. The findings reveal that the kyai played a crucial role in fostering collective awareness among the community to oppose Japanese policies, which were perceived as oppressive and contrary to Islamic values. Prominent figures such as K.H. Arsyad, H. Aksan, and Kyai Sidik emerged as central leaders who successfully consolidated peasant resistance against Japanese colonial policies. The Kaplongan resistance demonstrates that religion functioned not only as a source of spiritual guidance but also as a foundation of social and political legitimacy within anti-colonial movements. This event represents a significant form of local resistance, illustrating the close relationship between religious leadership and rural social movements during the Japanese occupation period in Indonesia.
References
Abdul Djamil. (2001). Perlawanan Kyai Desa: Pemikiran dan Gerakan Islam K.H. Ahmad Rifai Kalisasak. Yogyakarta: LKiS.
Amin, Z., dkk. (2015). Baban Kana: Sejarah Pesantren Babakan Ciwaringin dan Perang Nasional Kedondong 1802–1919. Bandung: Humaniora.
Arikunto, S. (2003). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Benda, H. J. (1983). Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang. Jakarta: Pustaka Jaya.
Dasuki, A., dkk. (1977). Sejarah Indramayu. Indramayu.
Faisal, S. (2001). Format-format Penelitian Sosial. Jakarta: Rajawali Press.
Gottschalk, L. (1983). Mengerti Sejarah. Jakarta: UI Press.
Hardjasaputra, A. S., & Haris, T. (2011). Cirebon dalam Lima Zaman. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat.
Herkusumo, A. P. (1981). Chuo Sangi-In: Dewan Pertimbangan Pusat pada Masa Pendudukan Jepang. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hudallah. (2018). Perlawanan Kyai Indramayu terhadap Penjajah Jepang Tahun 1944: Studi atas Perlawanan Petani Kaplongan Indramayu. Indramayu: Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra.
Ibrahim, J. (2004). Bandit dan Pejuang di Simpang Bengawan. Wonogiri: Bina Citra Pustaka.
Iryana, W. (2016). Protes Sosial Petani Indramayu Masa Kependudukan Jepang. Patanjala, 8(3), 285–302.
Kahin, A. (2005). Dari Pemberontakan ke Integrasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kartodirdjo, S. (1984). Pemberontakan Petani Banten 1888. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
___________. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.
Kurasawa, A. (2015). Kuasa Jepang di Jawa: Perubahan Sosial di Pedesaan 1942–1945. Jakarta: Komunitas Bambu.
Legawa, I. W. (2009). Gerakan Politik pada Masa Penjajahan Jepang. Sejarah dan Budaya, 2(2), 41–58.
Moleong, L. J. (1991). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noer, D. (1982). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900–1942. Jakarta: LP3S.
Ojong, P. K. (2006). Perang Pasifik. Jakarta: Kompas.
Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Jakarta: Balai Pustaka.
Ricklefs, M. C. (1991). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Salim, M. (1971). Ichtisar Sedjarah Perang Dunia II. Jakarta: Pusat Sejarah ABRI.
Syamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Utomo, C. B. (1995). Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia. Semarang: IKIP Semarang Press.
Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradisi: Esai-esai Pesantren. Yogyakarta: LKiS.





